Perbedaan Jaminan Kesehatan Pemerintah dan Swasta

Saat ini jaminan kesehatan merupakan hal wajib yang harus dimiliki oleh setiap orang karena manfaat kesehatan yang dapat diperoleh sangat membantu jika sewaktu – waktu terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Banyak badan usaha atau perusahaan yang memberikan jaminan kesehatan bagi karyawannya sebagai bentuk kepedulian dan kesejahteraan untuk para karyawan mereka. Di Indonesia sendir ada dua jenis jaminan kesehatan yaitu milik swasta dan milik pemerintah. Berikut ini adalah beberapa perbedaan jaminan kesehatan yang wajib Anda tahu.

1. Limit Proteksi

Asuransi swasta memiliki beberapa jenis limit proteksi sesuai dengan kelas premi yang diambil. Semakin besar kelas yang diambil atau dalam artian lain semakin mahal premi yang dibayar maka semakin lengkap manfaat yang dapat diperoleh. Jika tiba – tiba Anda melewati batas limit, maka Anda wajib membayar sendiri selisih biaya yang ada. Ini berbeda jauh dengan jaminan kesehatan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang akan mengcover segala biaya pengobatan sampai pasien sembuh. Perlu diketahui BPJS tidak akan menjamin biaya untuk obat yang tidak terdaftar di list obat BPJS, serta kamar yang melebihi kelas 1.

2. Manfaat Yang Diperoleh

Mayoritas perusahaan asuransi kesehatan swasta menyediakan fasilitas rawat inap, operasi, kunjungan dokter, dan obat gratis untuk setiap proses pengobatan. Namun jenis ini tidak mengcover rawat jalan, sehingga jika pasien ingin agar saat rawat jalan segala biayanya dapat ditanggung oleh pihak penganggung, maka pasien harus membuat perjanjian baru dengan pihak penanggung dan memberikan tambahan premi untuk biaya tersebut. Selain itu jenis swasta tidak mengcover perawatan mata, gigi, dan ibu hamil. Untuk BPJS, semua hal akan ditanggung bahkan hingga perawatan mata, gigi, ibu hamil, program KB, dan imunisasi.

3. Harga Premi

Besaran nominal untuk harga standar dari asuransi swasta berkisar antara 350.000 rupiah/ bulan hingga 3.000.000 rupiah/ berulan. Harga tersebut bisa dinaikan jika nasabah ingin mendapatkan tambahan fasilitas atau tambahan lainnya. Harga tersebut juga berbeda untuk perbedaan usia, perokok atau tidak merokok, dan jenis kelamin. Harga premi BPJS berkisar dari 30.000 rupiah hingga 80.000 rupiah tergantung jenis kelasnya. BPJS terjangkau oleh semua kalangan dan tidak ada perbedaan harga untuk perbedaan usia, jenis kelamin, dan perokok.