Bisnis UKM Kuliner Yang Sukses di Indonesia

Perkembangan UKM di dalam negeri cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Sektor kuliner masih mendominasi bisnis ini diikuti oleh sector fashion, dan music. Alasan dibalik populernya bisnis ukm kuliner adalah karena makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang wajib dipenuhi dan di dukung pula oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang doyan ngemil. Bagi para pebisnis UKM kuliner yang dapat menciptakan inovasi baru yang unik dan menarik namun juga nikmat untuk di konsumsi , pastinya akan mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat, namun yang hanya ikut – ikutan atau meniru dari kompetitornya, jangan harap bisa bertahan. Berikut ini adalah bisnis UKM kuliner yang sukses di Indonesia.

1. Keripik Maicih

Reza Nurhilman tidak menyangka bahwa pertemuannya dengan seorang nenek di daerah Cimahi pada tahun 2008 akan membuatnya menjadi salah satu pengusaha muda tersukses di negeri ini. Saat itu sang nenek menawarkan Axl (nama panggilan Reza), untuk mencicipi keripik buatannya. Saat itu Axl langsung jatuh hati pada kelezatan dan keunikan keripik singkong yang sederhana itu. Namun baru sekitar bulan Juni tahun 2009, Axl serius untuk mengembangkan bisnis keripik ini. Bermodal uang 15 juta rupiah, UKM kuliner ini awalnya hanya di produksi dalam jumlah kecil, yaitu sekitar 50 bungkus per hari. Axl membuat inovasi dengan menghadirkan varian level kepedasan dari level 1 – 10. Berkat strategi pemasaran yang baik, akhirnya bisnisnya saat ini sukses meraih omzet hingga 7 miliar perbulannya.

2. Kebab Turki Baba Rafi

Baba Rafi merupakan nama anak pertama dari Nilam Sari, pencipta kuliner kebab ternama di Indonesia. Awalnya, Nilam dan suami hanya menjalankan usaha berjualan hot dog, burger, dan nugget dengan gerobak. Kemudian setelah perjalanannya ke Qatar, ia mendapat inspirasi untuk memulai bisnis kebab yang cita rasanya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia namun tidak menghilangkan  ciri khas timur tengahnya. Meskipun telah berhasil berkreasi dengan menciptakan rasa yang cocok untuk masyarakat Indonesia, namun produknya tidak dapat langsung di terima di pasar Indonesia. Ini karena masyarakat memang belum familiar dengan jenis kuliner ini. Namun Nilam dan suaminya tidak patah semangat, mereka justru memanfaatkan problem tersebut untuk mengedukasi marketnya. Akhirnya saat ini Baba Rafi telah mempunyai 1.000 outlet di Indonesia dan telah membuka cabang di Malaysia dan Filipina.

Itulah dua dari sekian banyak UKM kuliner di Indonesia yang sukses bertahan. Ketekunan dan rasa pantang menyerah menjadi dasar yang harus kita terapkan agar kelak bisnis yang kita jalani juga bisa sukses seperti mereka. Cobalah kunjungi situs ini untuk mendapatkan informasi seputar industri kreatif.