4 Kesalahan Nasabah Saat Membeli Asuransi Jiwa

Apakah Anda berminat untuk mengambil asuransi jiwa di tahun 2018 ini? Jika posisi Anda adalah kepala keluarga dan pencari nafkah lebih baik Anda menggunakan asuransi jiwa sebagai strategi manajemen untuk mengantisipasi risiko finansial yang bakal menimpa seperti kerugian yang diakibatkan oleh kematian pencari nafkah. Namun, saat memilih asuransi tentunya Anda harus cermat karena tak sedikit orang  salah saat memilih asuransi dan berakhir dengan ketidak sesuaian seperti dana yang dicairkan ternyata kecil. Bila Anda berencana untuk menggunakan asuransi maka perhatikanlah empat kesalahan ini agar tidak salah membeli.

1. Tidak tahu kebutuhan uang pertanggungan

Banyak orang membeli asuransi jiwa membeli tanpa mengetahui dan menghitung kebutuhan uang pertanggungan sehingga ketika dananya dicairkan malah tidak memadai untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Ketahuilah terlebih dahulu berapa jumlah kebutuhan yang Anda butuhkan. Cara menghitungnya bisa dengan pendekatan Human Life Value. Menggunakan rumus pengalian antara nilai pendapatan ditambah risk free rate.

2. Asuransi bukan investasi

Banyak orang yang salah mengira bahwa asuransi jiwa bisa dijadikan sebagai investasi padahal investasi dan asuransi adalah yang berbeda. Jangan pernah mengharapakan imbalan yang lebih atau sesuai suatu hari nanti karena pada prinsipnya asuransi adalah skema pengalihan risiko. Perusahaan asuransi akan memberikan atau membayarkan kompensasi berupa uang pertanggungan ketika terjadi risiko pada tertanggung (pemegang polis). Asuransi hanya meringankan biaya finansial anggota keluarga saja karena asuransi tidak dapat mencegah kematian. Ketika mengira asuransi bisa dijadikan investasi maka akan menggiring Anda pada premi yang lebih mahal saja.

3. Salah menetapkan tertanggung

Dalam semua asuransi, tertanggung adalah orang yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan jadi ketika si tertanggung mengalami risiko seperti kematian, maka perusahaan akan membayarkan uang yang ditanggungkan dan yang diberhak diberikan adalah ahli waris tertanggung. Lantas siapa yang berhak menjadi tertanggung? Orang yang berhak adalah orang dengan nilai ekonomi tertinggi. Disini yang paling tepat adalah Ayah karena seorang ayah adalah seseorang yang mencari nafkah untuk keluarganya. Asuransi jiwa berguna untuk melindungi ekonomi ayah dan keluarganya.

4. Membeli asuransi pendukung

Saat membeli asuransi jiwa biasanya para agen asuransi juga menawarkan asuransi pelengkap. Tapi jangan sampai tergoda dan asal membelinya sebelum menghitung kembali jumlah kebutuhan Anda. Jikapun Anda memang membutuhkan maka belilah yang sesuai kebutuhan.